Kisah ini mungkin sudah berlalu sangat lama kurang lebih sepuluh tahun yang lalu . tapi semua itu masih lekat tersimpan dalam benak saya.Betapa saat itu saya melihat seorang wanita dengan sangat tabah dan tegar mengantar kepergian sang suami tercinta ke pangkuan Allah .
Terbayang dalam benakku peristiwa lima tahun lalu,gamabaran keceriaan seorang istri yang baru saja mengetahui dirinya hamil.Dialah Ina Wulandari . yah , saya masih ingat ... peristiwa ini terjadi sebelum kepergian suaminya , di bulan april 2008.Dibonceng suaminya yang mengendarai motor,Ina memberi kabar gembira kepada ibunya "ibu ,Alhamdulliah saya hamil.",katanya di sela-sela deruan motor. tak sepat berhenti , kabar inipun disambut gembira sang ibu dengan memberi isyarat acungan jempol .ternyata pasangan muda ini baru saja pulang dari pemeriksaan bidan .
Kebetulan di tengah jalan bertemu ibunya Ina yang sedang berbelanja . Alhamdullilah , kabar gembira itu pun tersebar di kalangan keluaraga besar , tak lupa pula mereka menyampaikan kabar ini kepada kedua anakanya di rumah .Hari-hari selanjutnya adalah hari0hari yang terwarnai mual dan pusing , sampai akhirnya Ina harus dirawat di rumah sakit . "Ibu diopname saja ya,harus diinfus."dokter menjelaskan pentingnya dirawat di rumah sakit . sebab,Ina terlalu sering muntah sehingga kekurangan cairan , sementara asupan makanan tidak sebanding .
Setelah perawatan di rumah sakit selama satu minggu , kondisi Ina semakin membaik .saat itu janin dalam kandungnya sudah memasuki empat bulan , hari-hari di rumah kembali ceria bersama anak dan suami.Namun ternyata,perjuangan Ina belum berakhir . tiba-tiba kondisi kesehatan suaminya menurun drastis.Rambutnya mulai rontok , nafsu makan berkurang dan tubuhnya semakin kurus.Ina heran , mengapa hal ini cepat terjadi.tanpa Ina ketahui , sebenarnya penyakit yang diderita suaminya sudah lama.sejak ina dirawat di rumah sakit , penyakit suaminya sudah mulai serius.hanya karena cinta yang mendalam dan tak ingin memberatkan istri.sang suami tak pernah mengeluh apalagi bercerita tentang kondisi sebenarnya .maklum saja , biaya berobat sangat mahal.
Suami Ina hanya ingin mengakolasikan uang yang terbatas untuk perawatan istri di rumah sakit,sampai-sampai ia mengabaikan kepentingan dirinya sendiri.Alhamdullilah ina memiliki keluaraga besar yang ringan tangan . salah seorang adik laki-lakinya kerap kali menjenguk dan bahkan turut membantu keuangan kakaknya yang sedang tertimpa musibah.padahal dia sendiri punya tanggungan keluarga,istri dan dua orang anak yang masih kecil.atas saran adik,akhirnya ina membawa suaminya ke pengobatan alternatif tradisional.
Tak berpa lama menjalani perwatan di rumah sakit , suaminya mengalami koma.hati sitri mana yang tak pilu melihat suaminya dalam kondisi seperti itu.sambil berdoa dan mengelus-elus janin di perutnya yang semakin besar,ina dengan tabahnya mendampingi suaminya di rumah sakit.hanya sempat dirawat dua hari,dokter yang menangani akhirnya angkat tangan dan merujuk ke rumah sakit yang lebih besar.alasannya,di rumah sakit yang lebih besar peralatanya lebih lengkap .
"Suami ibu harus cuci darah dulu."demikian jelas dokter yang menangani . dokter menduga suami ina mengalami kerusakan ginjal sehingga meracuni otak kecil.ina sempat bimbang,darimana ia mendapatkan biaya pengobatan yang lebih besar.rumah sakit yang menjadi rujukan dokter termasuk rumah sakit yang mahal.namun kekuatan iman membuat ia kembali tegar.tak sedikitpun ia mengeluh ,ina yakin betul semuanya adalah cobaan dari allah . dengan mantap ina menyetujuinya pindahan rumah sakit . saat itu ,sudah tidak ada alternatif rumah sakit yang murah tapi juga melengkapi peralatan cuci darah.
Satu minggu sudah sang suami di rumah sakit dan dalam satu minggu itu pula suaminya menjalani tiga kali cuci darah.Alhamdullilah kondisinya semakin membaik dan dokter memper bolehkan pulang . itupun karena permintaan pasien yang khawatir biaya pengobatan membengkak.sesampainya dirumah ,mulailah ina dengan sabar dan telaten merawat suami dan membeli obat-obatan.ina menjadi tukang punggung keluarganya sendiri,merangkap menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya.ina tahu diri dan tak ingin selalu merepotkan kakaknya maupun adiknya . oleh sebab itu ia mencoba mencari penghasilan sendiri dengan menjual barang-barang di rumahnya.
Bulir-bulir air mata ina,sering kali meluncur saat melantunkanya doanya.suatu halyang sangat manusiawi .seorang istri tidak ingin kehilingan suaminya.dua hari setelah cuci darah yang ketujuh ,suami ina kembali payah , padahal sebelumnya sempat membaik . menyadari penderitaan suaminya yang amat sangat , ina terlihat begitu pasrah , biarlah allah menentukan nasib apa yang terbaik bagi suaminya.
Pada tanggal 2 juni , pagi itu sang suami minta ina agar mengantarnya ke kamar kecil untuk buang air besar . inilah terakhir kali ina memapah dan membersihkan suaminya setelah buang hajat.setelah itu suaminya memohon agar adik laki-laki ina untuk datang,inikah tanda perpisahan semakin dekat?hati kecil ina membatin.kepada sang adik ipar suami ina mohon diantarkan pergi menemui seorang tabib yang pernah mengobatinya.
inilah detik-detik perpisahan sang suami dengan istrinya , seorang bapak dengan anaknya.si kecil dini yang baru berumur 5 tahun terisak melihat papanya menghadap sakratul maut , ia tahu papanya akan meninggalkannya dierinya untuk selama-lamanya.sebelum ajal datang suami ina sempat berpesan kepada adik iparnya untuk menjaga ina . kepada istri tercinta , ia pun sempat berpesan , bila kelak janin yang dikandungnya lahir adalah anak laki-laki supaya diberi nama luffy .
Sebelum menghembuskan nafas yang terakhir ia berpamitan kepada ina . sedangkan ina hanya dapat berkata tulus , "pergilah pa . ummi ikhlas kok , semoga ini adalah yang terbaik buat papa."kalimat itu begitu lancar meluncur denganpenuh kelembutan dan ketenangan tanpa sedikitpun menitikkan air mata . sekejap suasana keharuan menyeruak dalam ruangan .ALLAH selalu mengeutkan setiap hamba-nya menerima sebagai ujian hidup.allah mencoba hamba-nya sekuat hamba-nya . ina wanita tabah yang kuat menerima semuanya , cinta pertamanya harus berakhir dengan berpergian suami tercinta.namun , ia terus mencoba bertabah menjalani hidup , sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya .
QUOTES :"TIDAK MUDAH MENJALANI HIDUP TANPA ORANG YANG DICINTAI.NAMUN,KETIKA SEUMA CINTA KITA KEMBALIKAN PADA ASALNYA , MEREKA SEMUA AKAN TERASA RINGAN DENGAN INDAH.ALLAH PEMILIK CINTA SEJATI,SEMUA AKAN KEMBALI KEPADA-NYA TANPA DUGA.DAN ALLAH TAK AKAN MEMBEBANI HAMBA-NYA DENGAN SEKIAN BANYAK COBAAN HIDUP."
0 comments:
Posting Komentar